IndonesiaOntime.com

Baner
Baner
Baner
Rabu, 07 Januari 2009  |  Home Editorial Editorial Luar Biasanya Agus Condro...

Luar Biasanya Agus Condro...

LUAR biasa semangat juang Agus Condro Prayitno. Anggota Komisi II DPR memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (22/9). Ia diundang memberikan klarifikasi atas laporannya soal dana Rp 500 juta, yang diterimanya sebagai imbalan atas terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia pada 2004.

Seperti meledek, anggota Fraksi PDIP DPR yang dipecat oleh partainya itu, datang ke KPK, di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dengan mengendarai mobil sedan Mercedes Benz silver B 236 DK. Mobil berwarna silver tersebut dibeli politisi asal Batang, Jawa Tengah itu, dari sebagian uang panas Miranda Goeltom tersebut.

Luar biasa. Karena bisa saja Agus Condro, dan keluarga tenang-tenang menikmati uang setengah miliar rupiah itu. Paling tidak, seperti sejumlah koleganya di Fraksi PDIP, yang menyangkali pemberian itu.

Tetapi, Agus Condro memilih 'bernyanyi', dan membeberkan beberapa nama yang ikut menerima uang sogokan tersebut. PPATK sudah merilis, sedikitnya ada 41 anggota Komisi IX DPR (1999-2004) yang menerima cek perjalanan, paling minim Rp 500 juta, seperti diakui Agus COndro itu.

Karena belum juga ada yang mengikuti jejaknya, mengembalikan 'uang haram' itu, Agus Condro terus berdoa agar teman-temannya segera insyaf, dan menyesali perbuatan jeleknya. "Dengan semakin tua dan makin tambah umur, semoga mereka semakin dekat dengan Tuhan.”

Tidak lupa, Agus Condro menyerahkan sejumlah bukti, termasuk mobil mercy. Barang bukti yang diserahkan ke KPK, antara lain buku tabungan, traveller's cheque tertanggal 11 Juni 2004, yang telah dicairkan dan disimpan di buku tabungan. Ada juga BPKB mobil Mercedes Benz C200 putih bernomor polisi B 236 DK beserta kuitansi pembelian.

Celakanya, partai yang mestinya melindungi, dan menjadikan pengakuannya sebagai momentum untuk membersihkan diri, malah memecatnya. Agus Condro dipecat dari fraksi, dan sebagai kader PDI Perjuangan, partai kaum nasionalis yang dipimpin mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Agus kini masih tercatat sebagai anggota dewan, sambil menunggu proses penggantian antar waktu (PAW) disetujui Presiden melalui Keppres.

Tetapi, luar biasanya Agus Condro sudah siap lahir batin. Lihatlah, untuk memenuhi standar hidup anggota dewan, yang sudah 10-an tahun ini dinikmatinya bersama keluarga, ia merancang sejumlah usaha untuk menambah penghasilan. Di antaranya, membangun lapangan futsal untuk disewakan kepada penikmat olah raga sepakbola dalam ruangan itu.

Bisnis futsal itu akan melenggkapi usaha peternakan kambing, dan penyewaan gedung serba guna, yang selama ini digeluti Agus dan keluarga untuk menambah-nambah penghasilan. Kebetulan usaha penyewaan lapangan futsal saat ini memang sedang tren, sehingga konsumennya banyak.

Di luar itu, Agus Condro sudah mempersiapkan diri, dan keluarganya kalau-kalau setelah tidak menjadi anggota DPR, status, dan kondisi ekonominya akan menurun. Ia percaya ada hikmah di balik langkahnya itu. Ia yakin 'ada harga yang pantas untuk orang-orang yang berjuang di jalan kebaikan'.

Yang paling penting lagi, ke depan Agus Condro mengaku akan lebih berhati-hati, baik dalam bidang usaha, maupun hidup, dan kehidupan. Dengan begitu ia yakin tidak akan 'tergelincir' lagi. ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya ).  

 

Top Stories

Halaman : Home Editorial Editorial Luar Biasanya Agus Condro...