IndonesiaOntime.com

Baner
Baner
Baner
Rabu, 07 Januari 2009  |  Home Ekonomi & Bisnis Makro Target Pertumbuhan Ekonomi Terancam

Target Pertumbuhan Ekonomi Terancam

Sri Mulyani(Jakarta) - Target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok 6 persen dalam APBN 2009 mulai terancam dan terlihat nyata akibat krisis finansial global.

"Sangat realistis kemungkinan ada ancaman bahwa target pertumbuhan ekonomi 6 persen akan terganggu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR RI, Rabu malam (29/10).

Menurutnya, ancaman tersebut akan rentan terkena 2 faktor yaitu harga minyak dan nilai tukar rupiah.

pasalnya, penurunan harga minyak 10 dolar per barel menyebabkan defisit anggaran meningkat sekitar Rp 14 triliun, sedangkan dengan nilai tukar rupiah akan melemah Rp 1000 per dolar dan defisit juga akan naik sekitar 10 triliun.
 
"Dalam situasi seperti ini, apakah APBN akan tetap kredible," ujar Menkeu.

Oleh karena itu, dalam menghadapi krisis finansial global ini tambahnya, pemerintah berusaha untuk melakukan antisipasi apabila suatu ketika terjadi keadaan yang darurat. Bahkan pada pasar yang memang benar-benar anjlok.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, lanjut Menkeu, pemerintah melakukan sejumlah langkah seperti menekan defisit antara lain, mengurangi belanja pembangunan dan mencari pendanaan lewat bilateral dan multilateral dengan resiko terkecil.

Sementara itu, terkait runtuhnya finasial global ini, menurut Menkeu, tidak hanya Indonesia yang kena dampak dari krisis, namun negara lain seperti Islandia, Hongaria, Ukraina, Argentina dan Pakistan juga mengalami anjloknya emerging market.(Renny/IOT-03)
 

 
banner
Halaman : Home Ekonomi & Bisnis Makro Target Pertumbuhan Ekonomi Terancam