IndonesiaOntime.com

Baner
Baner
Baner
Sabtu, 22 November 2008  |  Home Humaniora Pendidikan Dua Ruang Laboratorium SMPN-1 Kota Bekasi Runtuh

Dua Ruang Laboratorium SMPN-1 Kota Bekasi Runtuh

(Bekasi) - Dua ruang laboratorium yang baru dibangun, dan dalam tahap penyelesaian di lantai dua SMPN-1, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/9), pukul 00.10 WIB, runtuh. Bangunan tersebut tidak dapat bertahan dari derasnya hujan yang melanda kota tersebut, sepanjang Minggu. Selain itu, ada kemungkinan terjadi penyelewengan bestek, sehingga kualitas bangunan jelek.

"Ruang laboratorium Fisika dan Multi Media itu dibangun pada 2007 oleh PT Mahesa Kurnia Sejahtera dengan anggaran Rp 223.442.000," kata Kepala Tata Usaha SMPN-1, Kota Bekasi, Usman di ruang kerjanya, Senin, seperti dikutip Antara.

Runtuhnya konstruksi bangunan sekolah berbahan rangka baja ringan itu, mengakibatkan, empat pekerja bangunan tertimpa genteng dan menderita luka ringan. Sebelumnya, enam pekerja malang itu tertidur pulas di ruang laboratorium. Mereka gelagapan, dan mendadak terbangun, setelah  tertimpa genteng yang berjatuhan, bersamaan dengan runtuhnya bangunan.

Konstruksi atap dari baja ringan, terlihat bengkok dan sebagian besar patah. Konstruksi tersebut tidak kuat menahan beban berat genteng serta guyuran hujan deras.

Dua ruang laboratorium yang masih dalam tahap kedua penyelesaian oleh CV Zamrud Permata Prima, menelan biaya Rp 174.461.000 dari APBD 2008 Pemkot Bekasi.

Luas bangunan ruang laboratorium Multi Media 96 meter per segi, sedangkan luas ruang laboratorium Fisika yakni 120 meter per segi.

Seorang pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Aritonang ketika meninjau SMPN-1 di jalan KH Agus Salim, Bekasi mengatakan, mengakui konstruksi bangunan tidak kuat menahan beban berat genteng.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Mohamad Affandi mengatakan, prihatin dan meminta polisi segera melakukan pengusutan penyebab musibah tersebut. Ia melihat adanya kemungkinan pelaksana proyek menyalahi bestek dan penyimpangan anggaran untuk mengeruk keuntungan. Akibatnya, kualitas bangunan tidak sesuai ketentuan. (*/IOT-02).

 
banner

Top Stories

Halaman : Home Humaniora Pendidikan Dua Ruang Laboratorium SMPN-1 Kota Bekasi Runtuh