IndonesiaOntime.com

Baner
Baner
Baner
Kamis, 08 Januari 2009  |  Home Internasional Australia Pusat Penelitian Kebijakan Muslim Dibuka di Australia

Pusat Penelitian Kebijakan Muslim Dibuka di Australia

(Adelaide)– Perdana Menteri, Bob Hawke, berharap pusat penelitian baru di Adelaide akan membantu pembuat kebijakan seluruh dunia membangun hubungan yang lebih harmonis dengan umat muslim. Pusat tersebut, berbasis di Univeristas South Australia, secara resmi telah dibuka oleh Hawke.

Dia memfokuskan pusat penelitian pada pembuatan kebudayaan dunia Muslim, daripada teologi dan politik.

Hawke melobi Pemerintah Federal untuk memberikan 7 juta US dolar bagi proyek tersebut dan pemerintah Australia Selatan untuk memberikan 3 juta US dolar.

“Keunggulan dari pusat kebijakan ini adalah untuk meningkatkan pengertian, untuk mengabaikan ketidak-tahuan dan untuk memberikan dasar kebijakan yang lebih baik bagi sikap-sikap para pemimpin kami sendiri,” dikatakannya.

Peluncuran pusat kebijakan tersebut juga dihadiri oleh Perdana Menteri Australia Selatan, Mike Rann, yang mengatakan Australia membutuhkan itu untuk mengatasi persepsi buruk terhadap umat Muslim jika menginginkan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Timur Tengah.

Menurut Rann, pusat riset akan menambah reputasi Adelaide ketika kota universitas dan pengembangan dukungan kebijakan internasional yang lebih baik. “Timur Tengah penting sekali bagi kami dalam kesejahteraan dibidang ekonomi masa depan, seperti halnya China,” ujarnya

“Tapi dalam prakteknya banyak sekali informasi yang simpang siur dan prasangka-prasangka dan kita harus mengatasi itu dengan memulai memandang dari sisi positif, baik itu secara ekonomi luar negeri dan secara sosial di lingkungan rumah.”(ABC/Nunyunda/IOT-03)

 

 
banner
Halaman : Home Internasional Australia Pusat Penelitian Kebijakan Muslim Dibuka di Australia