(London)– Produksi ladang minyak dunia mengalami kemerosotan pada laju yang lebih cepat daripada perkiraan semula. Hal ini akan ditegaskan dalam kajian mendatang terhadap ladang-ladang minyak terbesar oleh Badan Energi Internasional (IEA), seperti dilansir the Financial Times, Rabu (29/10).
Laporan tahunan IEA, badan pengawas minyak, memprediksi permintaan yang berkurang untuk minyak karena harga yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi melamban, namun mengatakan pengurangan produksi dapat menutup kerugian dan menyebabkan dunia berjuang memenuhi permintaan.
IEA mengharapkan konsumsi minyak akan mencapai 106.4 juta barel per hari pada tahun 2030, menurun dari perkiraan tahun lalu sebesar 116.3 juta barel per hari.
Namun IEA memperingatkan bahwa harus ada peningkatan signifikan dalam investasi masa depan hanya untuk mempertahankan level produksi saat ini, menurut laporan the Financial Times.
Sekitar US$ 360 miliar harus diinvestasikan tiap tahun hingga 2030 guna memenuhi permintaan di China. India dan negara berkembang lain, kata laporan, namun bahkan dengan ini, priduksi akan berkurang 6,4 persen tiap tahun.
”Rata-rata penurunan produksi masa depan dari negara penghasil ladang minyak saat mereka menjadi matang adalah faktor penentu tunggal paling penting dari jumlah kapasitas baru yang perlu dibangun secara global guna memenuhi permintaan,” kata IEA. (AFP/Lala/IOT-03)


