(Jakarta) - Rencana kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke-14 negara di lima benua menunjukkan KPU tidak fokus dalam menjalankan kinerjanya. KPU sebaiknya menyelesaikan terlbih dahulu seluruh persoalan di dalam negeri, ketimbang melakukan kegiatan sosialisasi Pemilu 2009 kepada warga negara Indonesia di luar negeri.
“Masih bahnyak persoalan dalam negeri yang harus diselesaikan KPU dan itu merupakan persoalan penting dan menentukan keberhasilan pemilu mendatang,” kata peneliti Senior Cetro, Refly Harun dalam diskusi ‘Kinerja KPU dalam Pemilu 2009', di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (6/9).
Menurut Refly, jika kunjungan ke luar negeri itu untuk melakukan kegiatan sosialisasi, anggota KPU tidak pelu turun langsung ke sana. “Kalau sosialisai ke luar negeri itu sangat bisa digantikan orang lain, sementara permasalahan di dalam negeri itu tidak bisa digantikan orang lain. Termasuk soal sekitar 30 juta DPS yang belum terakomodasi,” jelasnya.
Untuk itu, Refly menyarankan KPU segera memperbaiki manajemen dan fokus terhadap tugas-tugas pokoknya. Dengan banyaknya tuntutan, keinginan orang dan masyarakat banyak kepada KPU dan tugas KPU yang menumpuk, KPU harus mengambil keputusan dari segala keinginan tersebut.
"Oleh karena itu KPU harus fokus pada pekerjaannya,” ungkap Pakar Hukum Tata Negara ini.
Seperti diketahui, KPU berencana untuk melakukan perjalanan ke luar negeri mulai 9 September hingga 3 November mendatang. Kota-kota yang akan menjadi tujuan, Kuala lumpur (Malaysia), Beijing (China), Manila (Filipina), New Delhi (India), Sydney (Australia), Cape town (Afrika Selatan), Kairo (Mesir), Jeddah (Arab), Moskow (Rusia), Den Haag (Belanda), Paris (Perancis), Madrid (Spanyol) dan Havana (Kuba).
Tiap kota rencananya akan dikunjungi selama empat hari oleh dua anggota KPU. Perjalanan ini, menurut ketua KPU Abdul Hafiz Anshary diatur oleh Departemen Luar Negeri dan seluruh anggaran berasal dari KPU. (Taupik/Nurseffi/IOT-02).


