(Jakarta) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta tidak malu-malu dalam mengajukan anggaran yang dibutuhkan untuk proses penyelenggarakan Pemilu 2009. Pihak dewan berjanji mempercepat proses pencairan anggaran untuk kegiatan pemilu tersebut.
“Jangan ada keraguan soal anggaran. Kalau mau mengajukan, ajukan saja anytime. Yang jelas kami (DPR) tidak pernah menghambat dari sisi itu. Yang penting jelas peruntukan dan penggunaanya untuk kelancaran pemilu, itu tidak jadi soal,” kata anggota Komisi II DPR Ferry Mursyidan Baldan dalam sebuah diskusi ‘Kinerja KPU Dalam Pemilu 2009, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (6/9).
Terkait lambatnya pencairan anggaran KPU, Ketua Pansus RUU Pilpres ini menilai itu sebagai masalah klasik yang dialami seluruh lembaga negara. “Ini merupakan mekanisme keuangan. Ini memang merupakan masalah klasik bukan saja KPU. Bawaslu, bahkan DPR sekalipun mengalami hal sama,” jelas politisi Partai Golkar ini.
Untuk itu, Ferry berjanji mempercepat proses pencairan anggaran tersebut. “Kami akan terus menempuh jalan pintas untuk mempercepat pencairan anggaran tersebut. Karena jika tidak segera dicairkan, semuanya itu dapat menghambat dalam proses jalan pemilu,” pungkas pria berkacamata ini.
Pada kesempatan yang sama, Ferry mengharapkan KPU dapat lebih fokus dalam menjalankan tiga hal. Pertama, penyelesaian terhadap masalah daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap. Kedua, format kertas suara, terakhir bagaimana memberikan tanda pada kertas suara. (Taupik/Nurseffi/IOT-02).


