(Denpasar)- Kedatangan wisatawan dari sejumlah kota di Tanah Air jumlahnya hampir dua kali lipat lebih besar dibanding pemudik Lebaran lewat Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Kedatangan wisatawan Nusantara itu menggunakan penerbangan terjadual maupun penerbangan ekstra," kata Muchedi, SE petugas pada Posko Lebaran Bandara Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung, Senin (29/9).
Ia mengatakan, suasana arus mudik melalui terminal keberangkatan Bandara Ngurah Rai, Bali menunjukkan peningkatan, namun kalah ramai dibandingkan suasana di terminal kedatangan yang didominasi kehadiran wisatawan.
Selama 24 jam pada hari Minggu (H-3) tercatat kedatangan 56 pesawat mengangkut 7.829 penumpang dan sembilan kali penerbangan ekstra dengan 1.107 penumpang.
Kondisi itu meningkat dari sehari sebelumnya yang tercatat 51 pesawat mengangkut 7.228 orang dan enam kali penerbangan ekstra memuat 824 penumpang.
Muchedi menambahkan, untuk pesawat keberangkatan pada H-3 tercatat 55 buah dengan 4.342 penumpang dan sembilan kali penerbangan ekstra mengangkut 549 penumpang. Kondisi itu juga meningkat dibanding sehari sebelumnya yang tercatat 50 kali penerbangan mengangkut 4.321 orang serta penerbangan ekstra enam kali memuat 336 orang.
Sedangkan untuk penerbangan internasional tidak ada penerbangan ekstra. Pesawat berbadan lebar yang mendarat pada H-3 tercatat 37 buah menurunkan 7.279 penumpang dan yang berangkat 36 pesawat mengangkut 7.100 penumpang.
Kondisi tersebut juga meningkat dibanding sehari sebelumnya (H-4) yang tercatat 33 buah mengangkut 7.418 penumpang dan yang berangkat 33 buah memuat 7.186 penumpang.
"Penerbangan ekstra baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dari sejumlah kota di dalam dan luar negeri masih terjadi dalam beberapa hari mendatang," ujar Muchedi. (*/IOT-03)


