(Pontianak) - Tingkat masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Wali Kota Pontianak, Sabtu (25/10), meningkat tajam, sampai 61 persen. Dari 410.500 masyarakat hanya 251.685 yang menggunakan hak pilihnya. Tingginya angka golongan putih (golput) itu, di luar perkiraan Komisi Pemilihan Umum setempat.


