IndonesiaOntime.com

Baner
Baner
Baner
Sabtu, 22 November 2008  |  Home Tokoh Profil

Profil

Beruntunglah yang Bisa 'Membaca' Mubha Kahar Muang

Beruntunglah yang Bisa 'Membaca' Mubha Kahar Muang

BENAR. Banyak wanita pengusaha sekaligus politisi. Tetapi, tidak banyak, yang seperti Mubha Kahar Muang. Wanita kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 7 April 1953 ini, selain politisi, pengusaha, dan organisatoris, juga penulis yang lumayan produktif.

Selanjutnya...
 

Lima Anggota KPPU Diperiksa KPK

(Jakarta) – Lima anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap Rp 500 juta terhadap komisioner KPPU M. Iqbal.

Selanjutnya...

Chyntia Venika, Usahawan Muda Indonesia, Top Leader Dunia

Chyntia Venika, Usahawan Muda Indonesia, Top Leader Dunia

CHYNTIA Venika, 32, adalah sebuah kisah sukses. Lihatlah, majalah "Global Success" terbitan Swedia edisi Agustus 2008 menempatkan pemudi Indonesia ini, sebagai orang kesembilan paling top di dunia dalam mengembangkan bisnis multi level marketing/MLM. Ia dianggap sukses mengembangkan bisnis produk kecantikan dan perawatan tubuh bermerek "Oriflame".

Selanjutnya...

Dave Laksono, Bukan Kader Instan

Dave Laksono, Bukan Kader Instan

BUAH jatuh tidak jauh dari pohonnya. Peribahasa lama ini tengah berlaku pada Dave Laksono, putra Ketua DPR Agung Laksono. Anak muda ini mengikuti jejak sang ayah, yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, terjun ke dunia politik. Dave termasuk salah satu caleg Golkar untuk Pemilu 2009.

Selanjutnya...

Radi A. Gany Minta Pertanian jangan Diremotecontrol dari Jakarta

RADI A. GANY anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang Pertanian. Namun, bekas Rektor Universitas Hasanuddin Makassar ini, tidak mau sama sekali berkomentar tentang blue energy atau supertoy, proyek dari Staf Khusus Presiden, Heru Lelono, yang ternyata berisi pepesan kosong itu.

Selanjutnya...

Syamsul Arief dan Perjalanan Mencapai Puncak

Syamsul Arief dan Perjalanan Mencapai Puncak

DENGAN modal ijazah SMP, Syamsul Arief Rivai melamar menjadi pegawai pada kantor Bupati/Kepala Daerah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Ia diterima dan diangkat pada strata pegawai paling rendah, Pegawai Harian Sementara, dengan gaji Rp 1.500 sebulan. Itu terjadi tahun 1968.

Selanjutnya...
banner
Halaman : Home Tokoh Profil