IndonesiaOntime.com

Baner
Baner
Baner
Sabtu, 22 November 2008  |  Home Tokoh Wawancara Dr. Sri Adiningsih : Kenaikan Penduduk Miskin Capai 1 Juta Jiwa

Dr. Sri Adiningsih : Kenaikan Penduduk Miskin Capai 1 Juta Jiwa

(Yogyakarta) - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi meningkatkan jumlah penduduk miskin. Dengan asumsi peningkatan 118 persen harga BBM pada 2005 lalu, ternyata ia berdampak pada kenaikan penduduk miskin sebesar 4,2 juta orang. Maka sangat dimungkinkan penduduk miskin akan meningkat hingga 1,02 juta jiwa secara nasional dengan distribusi 0,50 juta pada masyarakat perkotaan dan 0,51 juta pada masyarakat pedesaan.

Pendapat ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM, Dr Sri Adiningsih seperti dikutip situs resmi Universitas Gadjah Mada. Penyebabnya, lanjut Bu Adiningsih, karena pemerintah memang belum sepenuhnya siap mengantisipasi dan mengendalikan dampak-dampak dari kenaikan harga BBM tersebut. Pemerintah misalnya gagal mengelola ekspektasi masyarakat dengan menunda-nunda pengumuman kenaikan harga BBM. Padahal, harga kebutuhan dan sejumlah barang telah naik akibat spekulasi berkepanjangan.

Selain itu, tambah Sri Adiningsih, pemerintah juga belum secara optimal melaksanakan kebijakan yang terkait kebijakan lanjutan terkait stabilitas harga, juga termasuk penetapan dan penyesuaian biaya transportasi yang lamban, serta sejumlah persoalan terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).

Pendapat di atas mungkin sudah Anda dengar dari pakar lain. Kami menghadirkannya kembali untuk Anda teriring harapan bisa menyikapi kenaikan BBM 24 Mei 2008 lalu dengan bijak. Inilah pendapat  Adiningsih selengkapnya tentang dampak kenaikan BBM tersebut.

-Apakah kenaikan harga BBM selalu disebabkan oleh imbas kenaikan harga minyak dunia?

Kenaikan harga BBM internasional dengan naiknya harga BBM di dalam negeri hanya menunggu masalah waktu. Tapi yang juga sangat penting, kalau kita melihat Indonesia itu impor BBM nya juga banyak. Kalau tidak banyak impor, saya kira tekanan kenaikan itu tidak besar sekali. Sementara sumber energi (pembangkit listrik) kita juga banyak menggunakan BBM. Padahal sumber energi lain khan masih banyak, katakanlah angin, matahari, air yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama kita masih bergantung dengan BBM, apalagi dengan impor, mau tidak mau pilihan pemerintah tidak banyak, sehingga menaikkan harga BBM dengan prosentase mengikuti harga BBM dunia lebih disebabkan karena ketidakmampuan kita melakukan diversifikasi energi.

-Bagaimana dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat luas ?

Yang jelas kenaikan harga BBM dampaknya cukup besar, karena BBM barang konsumsi langsung dikonsumsi oleh masyrakat luas dan barang strategis untuk industri ataupun bisnis, sehingga dampaknya jelas. Harga-harga naik, inflasi naik sudah year on year di atas 10 persen, dan kemungkinan bisa akan naik lagi. Selain itu, ongkos produksi juga naik, daya beli masyarakat menurun.

Dikhawatirkan kalau pertumbuhan ekonomi turun, kesempatan kerja akan cenderung turun, sehingga akan membuat pengangguran menjadi meningkat. Dengan tingkat daya beli yang menurun, masyarakat berkurang tingkat konsumsi dan tingkat kesejahteraannya. Secara umum dampak kenaikan harga BBM menjadi sangat luas sekali.

-Bagi masyarakat miskin?

Jelas, berdampak langsung, karena tingkat konsumsi dan daya beli turun karena harga barang dan jasa naik, sehingga kesejahreraanya turun. Yang jelas jumlah masyarakat miskin akan meningkat

-Apakah BLT dan Kredit Usaha Kecil bisa menolong?

Akan menolong sedikit ya. Tetapi bahwa itu akan mengatasi, saya kira sulit. Di tahun 2005 kemarin, kan juga ada BLT dan macem-macem. Namun angka kemiskinan tetap saja melonjak tinggi. Meskipun kenaikan harga BBM 2008 sekarang lebih rendah prosentasenya daripada kenaikan harga BBM yang 2005, BLT tidak akan mampu mengatasi semua lonjakan harga-harga. Program ini diharapkan membantu, namun tetap juga terbatas. Apalagi BLT programnya hanya berlaku tujuh bulan. Untuk program kredit usaha, berapa sih penduduk kita yang mendapatkannya? Kalaupun dapat, belum tentu akan menaikkan pendapatan. Karena semuanya harus melalui usaha bisnis dan itu tidak tidak mudah.(Gusti Grehenson/IOT-01)   

 
banner
Halaman : Home Tokoh Wawancara Dr. Sri Adiningsih : Kenaikan Penduduk Miskin Capai 1 Juta Jiwa