(Jakarta)-Sebagai Direktur Pengembangan Usaha Perum Pegadaian, lelaki kelahiran Yogyakarta ini terkesan biasa saja. Bahkan, jika dilihat sepintas penampilannya tidak menunjukkan sebagai seorang pucuk pimpinan yang tentunya memberi warna dan pemikiran strategis untuk perusahaannya.
Dialah Wasis Djuhar. Yang selalu menunjukkan kesederhanaan, namun cukup handal jika diajak berbicara, terlebih soal pegadaian yang telah 24 tahun digelutinya sebagai ladang pekerjaan. Bermula sebagai salah satu staf perusahaan pegadaian ditempat kelahirannya, karier ayah tiga orang putera inipun melesat jauh hingga posisi yang didapatnya saat ini.
Ditemui Indonesiaontime.com, Selasa, (2/9) di ruang kerjanya yang cukup luas di kawasan Kramat Raya Jakarta Pusat, Wasis banyak cerita tentang pegadaian yang menurutnya sangat membantu masyarakat. Terutama untuk mendapatkan uang tunai atau modal usaha dengan proses yang cepat dan mudah dijangkau. "Pegadaian mind bisnisnya adalah untuk masyarakt mikro dan menengah bawah. Dengan menjaminkan barang berharga milik nasabah, uang tunai segera bisa didapat. Bahkan, nasabah yang membawa rantangpun untuk dijaminkan masih kami layani," akunya sembari tersenyum.
Berikut wawancara lengkap Wasis Djuhar:
Pegadaian kini berkembang sangat pesat, apa yang mendorong kemajuan itu
Pegadaian memang sangat berkembang. Ada dua faktor yang dapat dikelompokkan sehingga ikut mendorong perkembangannnya.
Jika dilihat dari pertumbuhan perekonomian nasional yang tumbuh rata-rata 6-7 persen tentu akan mendorong permintaan akan dana yang digunakan baik untuk keperluan produksi atau konsumsi masyarakat. Dan pegadaian sebagai lembaga keuangan mikro memfasilitasi kondisi tersebut. Selain itu, dengan perkembangan harga emas yang cenderung terus menaik membawa berkah bagi pegadaian. Karena hampir 88 persen barang jaminan yang digadaikan masyarakat kepegadaian adalah emas baik dalam bentuk perhiasan atau tidak. Tentu dengan kenaikan harga emas ini akan meningkatkan nilai taksiran yang otomotis meningkatkan besarnya flafond uang pinjaman yang diberikan pada nasabah atau masyarakat. Hal ini terangkum menjadi faktor eksternal.
Sementara itu, SDM yang terdidik dan terlatih terutama dalam hal penaksiran barang jaminan menjadi nilai tambah. Terutama dengan menerapkan budaya kerja si INTAN (Inovasi, nilai moral tinggi, tanggung jawab, adi layanan dan nuansa citra menjadi faktor internal yang teramat penting.
Sejauh ini pegadaian memiliki peran besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan dana secara cepat. Apa kelebihan yang ditawarkan
Secara prosedural pegadaian memberikan penawaran yang sangat mudah dan sederhana. Cukup menyerahkan foto copy KTP untuk mendapatkan dana (menggadai). Bahkan, pelayanan untuk nasabah juga terbilang sangat cepat hanya 15 menit dana yang dibutuhkan langsung dapat diterima. Sistem pengamanan barang jaminan milik nasabah juga sangat aman karena dicover dengan asuransi.
Kemudahan di atas, juga kita tambah dengan produk pegadaian yang lain, seperti Produk Kreasi dan Krasida dengan jaminan cukup BPKB sepeda motor/mobil, kredit tunda jual gabah, jaminannya gabah milik petani dimana gabah tidak disimpan pada gudang pegadaian, kremada atau kredit untuk membangun atau merenovasi rumah dan masih banyak yang lain.
Sebelumnya, pegadaian merupakan lembaga keuangan yang lebih dekat masyarakat bawah, tapi kini masyarakat kalangan ekonomi atas pun tak segan. Apa yang mendorong perubahan tersebut
Kini, budaya malu berhubungan dengan pegadaian yang dahulu melekat pada masyarakat, karena beranggapan berhubungan dengan pegadaian adalah lambang kemiskinan. Itu telah hilang, seiring dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan dana mendesak itu tidak mengenal strata. Jadi kita berusaha mendorong kampanye tersebut sejak pegadaian berubah status menjadi Perum. Kita sudah jelaskan pegadaian memang membidik masyarakat bawah dan memberikan pelayanan yang cepat. Kalau boleh dibilang, sekalipun nasabah bawa rantang untuk dijaminkan, pegadaian masih menerima..terang Wasis sambil tersenyum.
Saat ini bagaimana pertumbuhan perolehan laba pegadaian
Sejak tahun 2003 hingga 2007 peningkatan itu terus terlihat, kalau dihitung rata-rata pertahun pertumbuhannya sebesar 41,44 persen. Sementara itu, untuk ekspansi outlet kita terus berupaya untuk mengembangkan. Hingga saat ini pegadaian telah memiliki 865 cabang konvensional, 657 unit pelayanan cabang konvensional, 59 cabang syariah dan 22 unit pelayanan cabang syariah. Jadi kalau ditotal jumlah outlet mencapai 1603 outlet yang meliputi cabang dan unit palayanan cabang.
Menghadapi persaingan
Saat ini dengan dihapusnya praktek monopoli dalam menjalankan usaha tentu berimplikasi pada persaingan usaha yang sehat. Ini tidak bisa dihindari dan pegadaian siap menghadapi kondisi seperti itu. Persaingan yang sehat dan fair justru akan membawa berkah bagi nasabah/ masyarakat karena kualitas jasa yang diterima menjadi lebih baik. Pegadaian telah menyusun strategi itu, seperti program Pelanggan Nomor Wahid (Now) yang tidak lain untuk memberikan kepuasan pelayanan bagi nasabah.
Menurut Anda ke depan pegadaian akan dikembangkan seperti apa
Seperti yang telah dituangkan dalam RKAP. Kita akan berusaha mengembangkankannya untuk menjadi champion pada industri pembiayaan skala mikro. Untuk itu beberapa strategi akan diterapkan seperti mempertahankan permodalan yang sehat, penggunaan teknologi dan informasi, pelayanan yang terus ditingkatkan serta terus memperbaiki struktur organisasi yang efisien dan responsif tehadap segala perubahan.(Subhan)


