Rabu, 06 Juli 2022

Hanya sebuah nama

   



 Aku belum sempat bertanya, apakah ia juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang kurasa. Kini aku berjuang melupakan semua hal yang pernah terjadi. Atau mungkin aku tak akan pernah bisa melupakannya seumur hidup ini. Ku kenal ia pada sebuah masa yang tak terduga. Kami saling pandang tanpa bicara, semua telah terwakilkan dalam bahasa cinta yang sederhana, yang mengalir dari mata menuju ke hati.

    Seharusnya aku menyadarinya sejak pandangan pertama itu, lagi lagi aku yang angkuh ini tak mau mengakui. Tak lepas pandangku mengikuti kemana arahnya, ia kesana mataku kesana, ia kesini mataku kesini, ia tak ada aku mencari. Oh begitukah yang dinamakan rindu, atau itukan yang dinamakan gila. Hingga, waktu yang singkat memisahkan dua anak manusia yang belum mengenal secara sempurna. Namanya, ya hanya namanyalah yang kuingat, nama yang selalu membuatku terus mengingatnya.

    Begitu aku pergi, begitu ia tak terlihat lagi, hari demi hari. Bodohnya aku ini, kenapa aku tak bertanya, kenapa aku hanya dia saja. Bunga yang mekar akan lalu setelah usai masanya, langit yang terang berganti gelap tak kala mendung datang. dan segalanya berganti, tapi tidak dengan perasaan ini.


#honja




Tidak ada komentar:

Posting Komentar