Jumat, 18 Februari 2022

Asholatuhoiruminananum, kok balas tidur?

Aku pernah di tegur lantaran tidak mengumandangkan
asholatuhoiruminanaum saat adzan subuh oleh orang yang tak pernah
datang kemasjid saat shalat shubuh. Beberapa hari kemudian aku
dimarahi oleh sesepuh desa saat menjelang iqomah shalat magrib
lantaran hal yang sama. Aku diam seribu bahasa, mengangguk-angguk
mendengarkan dengan hikmat segala nasihat. Untung saja aku pernah
belajar bahwa, kalau menasehati di depan umum, meskipun itu benar itu
akan menyakiti yang di nasehati. Untung saja aku yang di nasehati
bukan kawanku, kalau tidak, bisa keluar itu nama hewan-hewan dengan
segala rupanya.

Memang, ulama berbeda pendapat mengenai pembubuhan
asotaluhoiruminanaum saat adzan subuh. Antara sunah dan tidak sunah,
yang jelas di Indonesia sangat umum dikumandangkan setalah
hayyaalalfallah, itu kembali kepada masing-masing. Namun ada juga yang
berbeda pendapat dan memliih tidak menambahkannya. kalau menurut saya,
sah sah saja membubuhkan atau tidak memubuhkan, yang tidak sah itu
kalau mendengar suara adzan lalu tidak mau ikut shalat, apalagi malah
bablas tidur dengan menggerutu" ganggu orang tidur saja".

Perlu kita tahu, Raslullah SAW bersabda, yang dalam sabdanya "shalat
yang paling berat adalah ketika ashar dan shubuh, soalnya ketika ashar
sedang asik-asiknya bekerja, dan ketika subuh sedang asik-asiknya
tidur, dan shalat shubuh berat bagi orang munafik. katanya Islam,
pengikut nabi Muhammad, kok dengar suara adzan diam saja. Sejatinya
shalat itu butuh keiklasan dan pejuangan, iklas untuk menjalankanya,
berjuang meski kepayahan, maka orang yang menghadiri shalat shubuh
ibarat mujahid yang sedang berjihad di jalan Allah untuk melawan nafsu
setan yang ingkar.

Aku cukup puas karena telah ditegur, yang sebenarnya memang aku
sengaja melakukannya. Mereka sendiri pun tahu artinya
asolatuhoirumminanaum yang artinya shalat lebih baik dari pada tidur,
tapi kenapa jamaah shalat shubuh paling banter cuma 4 atau 5 orang,
yang jompang karena jumlah lelaki bhalig yang ada di sekitar mushala
jumlahnya lebih dari 50 orang, hayo loh, kok bisa gitu ya.ya bisalah
la wong banyak orang berislam tanpa bersyariat, Islam sekepenak'e
dewe. Kalau disebut munafik mau tidak ya.

#usamansan99
#honja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar