Minggu, 27 Februari 2022

Stop war and Start peace

Perbatasan Rusia-Ukraina memanas, bahkan kini tentara Rusia mulai
merangsek ke ibukota Ukraina, kiev. Serangan demi serangan dilancarkan
tentara Rusia ke sejumlah fasilitas militer bahkan fasilitas konersil.
Memang telah lama Rusia dan Ukraina berkonflik yang di sebabkan
Ukraina menolak klaim Rusia yang menyebut Ukraina adalah bagaian dari
negara Rusia. pada 1991 ukraina menjadi negara sendiri setelah Uni
Soviat jatuh.


perang sepertinya tidak bisa dihindarkan lagi, pun setelah presiden
Ukraina Volodymyr Zelenskyy kekeh mempertahankan negaranya dan memimta
lelaki yang dewasa untuk ikut mengangkat senjata melindungi tanah air.
Invasi Rusia atas Ukraian menurut pakar karena adanya keingin Rusia
untuk menurunkan presiden Volodymyr Zelenskyy yang pro dengan barat
dan menggantinya dengan presiden baru yang lebih pro dengan Rusia.


Keinginan ukraina untuk masuk menjadi anggota NATO di tentang Rusia
dan meminta negera anggota NATO dan negara lainnya untuk mejauh.
Bahkan presiden Rusia, Vladimir Putin mengancam negara mana saja yang
ikut campur konflik ini dengan senjata nuklir. Kita tentu tahu senjata
nuklir adalah senjata paling mematikan dan dapat memusnahkan apapun
dalam radius yang terjangkau. Kita ingat kembali ketika Hiroshiama dan
Nagasaki luluh lantak terkena serangan bom atom atau bom nuklir
generasi awal milik sekutu untuk pertama kalinya. Yang mana itu
menjadi tanda akhir perang dunia kedua. Sebanyak apapun tentara,
sehebat apapun tentara, semua akan musnah jika bom nuklir meledak.
Tidak akan bisa menghindari kematian lagi, seperti badai yang menyapu
segalanya, ledakan bom nuklir pantas di sebut sebagai senjata pemusnah
masal yang sesungguhnya.


Sejak dulu perang hanya menyebabkan penderitaan dan kesedihan.
Berjuta-juta orang kehilangan tempat tinggal, kehilangan orang
terkasih, kehilangan segalanya bahkan ada titik dimana harapan juga
hilang dan menyebabkan orang menjadi gila karena hidup seolah mati.
Lalu lahirlah kebencian yang yang tak berujung, yang akan membuat satu
sama lain kehilangan kedamaian.


Apakah perang dunia pertama dan perang dunia kedua belum cukup
sehingga mengobarkan perang-perang baru, atau mungkin perang dunia
ketiga. Sampai kapankah kita melanggar hak hidup orang lain, merebut
kebahagian hanya demi ego semata. Tidak bisakah kita berunding dengan
damai dengan di temani secangkir kopi. Ayolah perang hanya hanyalah
sebuah kesia-sian belaka, cukup mereka di masa lalu saja.


Stop war and start peace, kita sudahi perang ini dan menuju jalan
damai. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan masa lalu dan menyesal.


#usmansan99
#honja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar