Minggu, 27 Maret 2022

migor oh migor, kenapa kamu langka

Emak gue berhenti goreng tempe kesukaan gue, penjual nasi goreng
dipertigaan juga libur, apa lagi penjual gorengan pada libur masal,
lah gue mau makan apa ini???? Dalam hati mengumpat, "wedus" gara-gara
mafia, migor jadi langka, apa udah bosen jadi mafia bola sampai sampai
juga jadi mafia migor, atau memang negeri ini isinya mafia semua,
wedus.


Dengan kebon sawit terbesar didunia, ini menjadi semacam anomali yang
menjijikkan. Seharusnya kita ini berpikir, salahnya ini dimana, kalau
udah ketemu perbaiki, bukan sibuk kesana kemari dan hasilnya nolllll.


Atau sebenernya pemerintah itu secara tidak langsung menuntun
masyarakat untuk bergaya hidup sehat, "ehhh" maksudnya gini, orang
indonesia itukan ndutgendut perutnya kebanyakan lemak, kalau
kebanyakan lemak pasti rawan kena penyakit degeneratif. Jadi dengan
meniadakan migor makanan dimasak tanpa di goreng jadi lebih sehat,
Seperti kata Bu Mega direbus, di rujak.


Tapi masa iya tiap hari makan direbus, masak iya yang seharusnya
digoreng jadi direbus, emang bisa. Lah gimana nasib pedagang kuliner
yang harus pake migor. Emang ada nasi rebus, gorengan rebus, kerupuk
rebus, tempura rebus, tempe rebus. Itu sama saja bunuh diri masal
usaha kecil dan mengecil. Gak punya hati nurani banget sih.


#usmansan99
#honja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar