Selasa, 05 April 2022

kenapa hanya saat Ramadhan saja

Musalaku penuh sesak, memang musalaku bukan musala yang besar, dan
tidak mungkin di sebut masjid. Tapi hari ini benar-benar penuh sesak,
dari sudut ke sudutnya. Yang biasanya hanya diisi 5 sampai 6 orang,
hari ini 30 lelaki 20 perempuan rukuk dan bersujud bersama bersama
imam. Itu belum dengan turut sertanya bocah-bocah yang membuat musala
semakin penuh sesak.


Musalaku yang kecil hari ini terasa besar karena asma Allah di
puji-puji, makmur, seperti yang diharapkan oleh kanjeng Nabi Muhammad
shalallahualaihi wasalam. Makmurnya masjid menjadi tanda bersatunya
uhkuwah islamiyah yang terjalin mesra.


Namun sayangnya itu hanya terjadi saat bulan Ramadhan saja, selain
bulan Ramadhan hari-hari kembali seperti biasa. Lengang, seolah padang
pasir yang gersang, hanya ada oasis yang mengering secara perlahan.
Untung saja oasis itu tak benar-benar kering sepenuhnya, yang cukup
untuk musafir memenuhi dahaga.


Seperti biasa, aku selalu berdoa kalau setiap bulan dalam setahun itu
bulan Ramadhan. Supaya musalaku tidak jadi sarang laba-laba dan cicak.
Supaya Allah dapat menurunkan rahmatnya.


#usmansan99
#honja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar