Minim Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Imunisasi Influenza - indonesiaontime.com

   Minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi influenza musiman patut disesali. Karena meski tergolong penyakit menular yang tidak terlalu berbahaya kalau ditangani baik, influenza sangat membahayakan jika menyerang lansia, umur 60 ke atas.

"Bila pasien muda usia terkena influenza tipe A, paling-paling sakit 2-3 hari atau paling lama seminggu. Bila yang terkena lansia, apalagi kalau komplikasi, lansia bisa diopname di rumah sakit berbulan-bulan," ujar Head of Division Allergy & Clinical Immunology FKUI, Samsuridjal Djauzi, kepada pers, di sela acara peresmian Indonesian Influenza Foundation (IIF), di Jakarta, Sabtu (31/5).

Samsuridjal mengungkapkan, dari 230-an juta penduduk Indonesia, kurang dari 300 ribu jiwa per tahun yang melakukan vaksinasi influenza. Sebagian besar dari 300 ribu jiwa itu, para calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, Mekah, sebagai persyaratan medis untuk bisa berangkat berhaji.

"Kalau dirata-rata, dari 1.000 penduduk Indonesia, hanya 1 orang yang melakukan vaksinasi influenza per tahun. Padahal, jika 10 % saja orang lanjut usia (lansia) kita bisa terjaring dalam imunisasi, itu sudah teramat baik." katanya.

Bandingkan dengan di Korea Selatan. Di 'Negeri Ginseng' itu setiap tahun rata-rata 10 juta warganya tercakup dalam program imunisasi influenza. Kalau dibanding AS, akan perbandingannya akan semakin timpang lagi.

Ketidakberdayaan pemerintah dalam hal kemampuan anggaran menjadi kendala utama. Di banyak negara, kata Samsuridjal, imunisasi influenza dibagikan gratis, sebagai program tahunan pemerintah. "Tidak perlu heran, bila negara seperti Inggris sedikitnya, 70% dari Lansia tercover dalam program imunisasi.