Minggu, 01 Mei 2022

Satu syawal harus jelas

 

Saya sering kali kecewa dengan umat islam di Indonesia mengenai perbedaan saat penetapan awal ramadahan terkhusus tahun 2022 ini. Bagaimana saya tidak kecewa, kalau perbedaan itu membuat bingung umat islam itu sendiri. Adanya perbedaan pastinya menimbulkan masalah yang serius. Disadari atau tidak perbedaan-perbedaan itulah yang membuat umat islam sangat sukar untuk bersatu.

Ibarat minyak dan air, perbedaan seolah membuat garis lurus yang memisahkan berbagai pihak secara vertikal maupun horizontal. Adanya perbedaan tak jarang menimbulkan perpecahan yang berakibat pada kehancuran. Semoga saja itu tak terjadi pada umat islam terkhusus di negeri ini.

Kembali pada perbedaan penetapan awal ramadhan. Sistem rukyatul hilal dan rukhyatul hisab yang digunakan untuk menentukan awal bulan seharusnya saling melengkapi satu sama lain, bukan menjadi awal sebuah perbedaan. Di bumi ini bulan hanya satu, dan satu satunya yang mengelilingi bumi, satu satunya media yang di gunakan untuk menentukan setiap awal bulan tahun hijriah. Apakah mungkin jika bulannya satu namun ada dua atau bahkan tiga awal bulan.

Dalam Alquran memang telah jelas untuk menentukan awal ramadhan dengan melihat hilal secara langsung, secara kasat mata. Yang mana nampaknya hilal adalah menjadi awal bulan. Lain lagi dengan metode rukhiyatul hisab, Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah.

Pemerintah yang menggunakan rukhayutul hilal seharusnya memperhatikan keadaan geografis indonesia yang banyak sekali gunung dan bukit, serta polusi udara, Yang mana ini akan menghambat sudut pandang.

Semoga ini dapat di perhatikan apabila ruhyatul hilal terganggu maka dapat di gunakan ruhyatul hisab yang semakin akurat perhitungannya. Atau alangkah  lebih mudahnya kita mengikuti negara Arab saja untuk menentukan awal dan akhir ramadahan bukankah bumi ini bulat seperti yang saya katakan di awal, yang kita tahu di jazirah Arab yang kondisi geografisnya hampir gurun pasir, ini akan memudahkan pengamatan hilal. Cara ini sangat tepat untuk ditempuh untuk menyatukan umat islam di seluruh dunia.

Jangan sampai karena salah menentukan awal ramadhan kita mengurangkan satu hari atau melebihkan satu hari. Ini bisa berakibat fatal pada keutuhan ibadah puasa kita.

Semoga kita di beri kepahaman.

#usmansan99
#honja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar