Waspadai Penyakit Gaya Hidup tidak sehat - indonesiaontime.com

 Gaya hidup masyarakat yang gemar menyantan makanan enak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apalagi, tidak diimbang dengan olahraga teratur. Tapi, awas bahaya penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi membayangi penggemar makanan seperti itu.

Bahkan, jumlah penderita hipertensi diprediksikan bakal meningkat menjadi 1,6 miliar orang menjelang 2025. Penyakit ini merupakan pintu terkena penyakit gagal jantung, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan kebutaan.

Hipertensi ini muncul ketika volume darah meningkat dan atau saluran darah menyempit, sehingga jantung harus memompa lebih keras untuk menyuplai oksigen dan nutrisi kepada setiap sel di dalam tubuh.

Sayangnya, keberadaan penyakit ini seringkali tidak disadari oleh si penderita hingga ajal menjemputnya.

"Penyakit ini tidak ada gejalanya. Hipertensi juga tidak melulu terjadi pada mereka yang bertubuh gemuk. Mungkin hanya sepertiga yang bertubuh gemuk terkena hipertensi," kata pakar hipertensi RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, dokter spesialis jantung Budi Setianto.

Ketiadaan gejala pada hipertensi ini membuat kita tidak menyadari kalau hipertensi telah menyerang tubuh. Akibatnya, penanganan ataupun pengobatannya seringkali dilakukan dengan cara tidak tepat atau tidak memadai.

Cara yang tepat untuk mendeteksi kemungkinan hipertensi ini, menurut Budi dengan melakukan pemeriksaan darah dua tahun sekali bagi usia 20 tahun dan satu tahun sekali untuk usia 30 tahun.

Walaupun teknik pengobatan hipertensi telah berkembang lebih maju, kesadaran terhadap penyakit hipertensi tetap penting dimiliki oleh setiap individu agar kualitas hidupnya lebih baik.

Sebaliknya, ketidakpedulian terhadap penyakit 'pembunuh diam-diam' ini akan merugikan bagi kesehatan tubuh dan masa depan setiap individu.

Tidak hanya itu, seiring dengan meningkatnya tekanan hidup, jumlah orang yang terkena penyakit jiwa, seperti stres dan depresi pun kian meningkat. Tengoklah meningkatnya angka bunuh diri, dan jumlah pasien di RS Jiwa.

Tidak hanya penyakit itu, seiring dengan pemanasan global jenis penyakit yang menyerang manusia akan semakin banyak, misalnya, flu burung yang diperkirakan para ahli menjadi pandemi global dan HIV/AIDS yang semakin luas menyebar. Jadi berhati-hatilah. ( Sumber: Bisnis Indonesia)