Senin, 06 Juni 2022

Matilah, tapi lakukan ini sebelumnya

  

usmansan99

Seperti yang di kutip dari Haruki murakami dalam novelnya, bahwa "kematian bukan lawan dari kehidupan, namun kematian adalah bagian dari kehidupan." Maka setiap yang hidup pasti akan mati, karena kematian adalah kepastian yang tak dapat diubah. Banyak orang takut akan datangnya kematian padahal kematian adalah satu-satunya jalan untuk kembali menumui Tuhan. Yang tidak kita sadari, hari-hari yang kita lalui saat ini adalah langkah menuju kematian.


Ini adalah batas yang harus di terima manusia, sama halnya dengan waktu, yang fana. Maka setiap waktu, manusia harus mengingat kematiannya, ini sejalan dengan prinsip hidup yang dianut para Samurai, "Seorang samurai wajib untuk senantiasa mengingat kematian, setiap hari dan setiap malam, mulai dari pagi hari pertama hingga malam terakhir dalam setahun." Dengan begitu setiap orang akan menghargai setiap detik kehidupan yang ia punya.


kematian tiba tanpa dapat dihindari, tak dapat diundur barang sepersekian secont. kematian bisa datang pada siapa saja, tidak mengenal waktu maupun tempat, ketika saatnya maka itulah saatnya. Namun sebelum kematian itu datang lakukanlah hal-hal berikut ini supaya tidak adalagi kata "seandainya saya melakukan itu dulu" berikut ini.  


1.Tepati janji

Janji adalah hutang, dan setiap hutang wajib di bayar. Menepati janji juga akan menunjukan kesungguhan dan tanggung jawab. Janji memanglah ringan untuk diucapkan, tapi acapkali sering diingkari, entah karena lupa atau karena tak mampu untuk menetapi. Memang sebaiknya tak usah banyak janji yang di ucapkan, itu berat dan yang  lebih berat lagi menepati janji yang tak mungkin untuk ditepati.



2. Bayar hutang

Sekecil apapun hutang, hutang haruslah dibayar. Hutang adalah hak milik orang lain yang kita pinjam untuk sementara, wajib untuk di kembalikan. Apa jadinya jika kita mati dengan meninggalkan hutang, ini akan membuat berat ahli waris, apalagi dengan jumlah yang cukup besar. Ingat kembali hutang-hutang yang kita punya dan segera kembalikan, bila perlu catat sekecil apapun hutang itu supaya tidak lupa. 



3. Minta maaf pada semua orang

Manusia tempatnya lupa dan salah,tinggal mau di akui atau tidak. Yang sering tidak di sadari kesalahan itu telah menjadi bukit. Andaikata setiap satu kesalahan kita itu ibarat setitik tinta hitam, maka mungkin satu lautan telah menghitam karenanya. Minta maaflah dengan tulus, dengan segala pengharapan agar kesalahan itu dapat dimaafkan. Maafkanlah juga orang yang telah menyakitimu, ini sebagai cara menghilangkan noda-noda benci di hati. 


4. Tobat

Tobat pada tuhan, dialah pemilik segala-nya, yang maha segala-nya, kepada-nyalah kita kembali. Dengan bertobat kita mengakui kesalahan yang pernah terjadi selama hidup dengan berusaha tak mengulanginya lagi. Tobat juga dapat melegakan hati dari segala duri kehidupan yang menusuk. Yakinlah, Tuhan akan mengampuni dosa yang terdahulu jika kita mau berusaha.



5.Bahagialah

Percuma kalau hidup tapi tak bahagia, kita semua tentu tahu kalau tujuan utama hidup kita sesungguhnya adalah mencapai kebahagian yang hakiki. Adapun proses dalam mencapainya penuh dengan hambatan, maka nikmatilah hambatan itu dengan dengan berbesar hati, hanya dengan itulah hari-hari yang panjang penuh dengan masalah teratasi. Tidak perlu mengejar kebahagian yang kita sendiri tak mampu meraihnya, cukup melihat orang lain tersenyum, maka senyuman itu menjadi kebahagian kita yang sempurna.


6. Hiduplah

Yang terakhir, hiduplah, hanya dengan hidup kita dapat mengenal kematian. Hiduplah agar hidup dihati semua orang, dengan begitu kenangan akan abadi setelah kematian datang. Dengan hidup yang sesungguhnya kita akan melihat kalau sebenarnya hidup adalah suatu kenikmatan yang tak dapat ditukar dengan apapun. Ini pula yang menyebabkan kita sering terlena dan lupa akan adanya kematian. Namun lebih baik begitu merasa hiduplah seolah-olah tiada kematian dan saat kematian datang sudah tidak ada penyesalan lagi.


#indonesiaontime

#iotblog


Tidak ada komentar:

Posting Komentar