Sabtu, 13 Agustus 2022

Lemparan dewa bola yang di anulir

Pertandingan antara PERSIB Bandung contra PSIS Semarang telah memasuki
menit akhir. Score sementara masih 2-1 atas keunggulan PERSIB Bandung.
Penonton tegang lantaran kemengan dan kekalah telah ada di depan mata.

Secerca harapan muncul di menit paling krusial pada masa injury time.
Dewangga sang prajurit panser biru mendapat lemparan kedalam. Selama
ini ia terkenal dengan lemparan kedalam yang kuat hingga menjangkau
kedalam kotak pinalti. Benar saja setelah peluit di tiup bola di
lempar, seolah panser yang menembakkan amunisi, bola meluncur cepat
menuju kearah gawang. Naas bagi I Made Wirawan yang menjadi penjaga
gawang tak mampu menyentuh sedikit pun bola yang masuk kedalam gawang.

Bola masuk? Gol? Peluit di tiup dan wasit memutuskan gol. Pemain
PERSIB Bandung merangsek, wasit mencoba menghindar namun para pemain
terus memprotes. Wasit terus, mempertanyakan keabsahan gol, sedang
kini di papan score telah nampak berganti, score menjadi seimbang 2-2.

Namun tak lama setelah wasit berkonsultasi melalui alat komunikasi
wireless, akhirnya wasit menganulir gol dan score kembali menjadi 2-1
hingga pertandingan berakhir.

Menurut peraturan sepakbola dari IFAB, gol akan di sahkan apabila
lemparan kedalam mengenai atau menyentuh pemain lawan atau rekan
pemain. Apabila syarat ini tidak di penuhi maka tidak akan dianggap
sah.

Maka hasil dari pertandingan ini gol yang di hasilkan dewangga dari
lemparan kedalah secara sah di anulir.

#usmansan99
#honja

Read More >>

Sabtu, 30 Juli 2022

Citayam Fashion week SCBD, gelora urban yang menghanyutkan

Citayam fashion week scbd
Norak, mungkin sebelumnya banyak yang mengangap seperti itu, karena stylenya jauh dari kesan fashionable yang mainstream, cenderung kearah, alay. Tapi apa boleh dikata, ketika people power telah mengaum, raja sekalipun akan diam.

Para remaja yang selama ini dianggap sebagai kaum urban yang terpinggirkan dan termarjinalkan, mampu bicara lebih dari apa yang di bayangkan sebelumnya. Apa yang dianggap selama ini norak berubah menjadi seseuatu yang mengagumkan, bahkan itu di akui oleh media besar, yang saat ini menjadi salah satu kiblat fashion dunia.

Sebut saja Bonge, Kurma, jeje slebew, mereka pioneer, mereka yang menjadi detonator dari beberapa tokoh yang membuat Daerah citayam menjadi viral. Dengan gaya remaja masa kini yang telah lepas dari pakem, mereka berekspresi, menampilkan muka dan unjuk gigi. Zebra cross yang selama ini hanya menjadi jalan penyebrangan di sulap menjadi catwalk cross. Lenggak lenggok persis seperti para model yang tampil diajang Paris fashion week.

Citayam fashion week memang bak magnet yang menarik khayalak ramai. Dulu yang hanya jadi tempat nongky santuy remaja urban kelas bawah kitni naik kelas. Bisa saja Citayam fashion week menyejajarkan diri dengan Paris fashion week misalnya, ya, andai kata di kelola dan di tata dengan baik. 

Tapi kembali lagi, karena ''kenorakan viral''  banyaknya yang berkunjung, Daerah itu kini begitu ramai dan semerawut. Yang awalanya hanya ramai ketika akhir pekan saja, kini hari-hari saja saja. apa masih bisa disebut fashion week kalau mereka tampil fashion day? Ini kita kembalikan pada meraka apakah ini hanya akan jadi sekedar viral dan terlupakan? atau jadi jalan menuju kesebuah dunia fashion dunia? Kita tunggu saja bersama.

#usmansan99
#honja

Read More >>

Selasa, 12 Juli 2022

kripik pedas kurban

Bagiku 10 dzulhijah cuma hanya ada sekali dalam setahun begitu juga dengan 1 syawal. Tapi entah mengapa selalu saja ada perbedaan diantara mereka. Mempersatukan umat islam di negeri ini seperti menyatukan minyak dan air, meskipun berdekatan, meskipun sampingan, namun tak bisa membaur menjadi satu sama lain menjadi satu. lalu dimanakah mereka meletakkan islam yang damai?


Seperti tahun ini, 1 syawal dan 10 dzulhijah ada perbedaan antara ormas dan pemerintah. Semua mempunyai pendapat dan mengklaim pendapat mereka itu benar, dan mereka berdiri tegak atas pendapatnya. Yang harus kita tahu, penanggalan hijriah adalah penanggalan yang berbasis fase bulan dan bulan yang mengelilingi bumi ini hanya ada satu, kenapa bisa ada perbedaan awal bulan? Sebagai orang awam jelas akan bertanya-tanya.


Lagi-lagi kita seolah diadu domba dengan perbedaan yang ada. Kekeh pada pendirian yang belum tentu kebenarannya dan menyalahkan "yang berbeda" pendapat dengan mereka. Inilah kenapa aku benci orang bodoh yang berpegang teguh pada ilmu pengeyelan. Sayang sekali banyak dari mereka hanya ikut-ikutan mengikuti, karena kecintaan berlebihan pada mereka yang di kultuskan, membuat jadi berpikir irasional.


Kembali lagi, ada dua cara menentukan sebuah awal bulan dalam kalender hijriah. Yang pertama adalah rukyatul hilal dan yang kedua adalah rukyatul hisab. Rukyatul hilal mengunakan cara dengan mengamati langsung bulan yang muncul di ufuk saat pergantian hari. Yang kedua rukyatul hisab yang menggunakan perhitungan falak serta peralatan astronomis yang margin kesalahannya hanya sekitar 0,000001%.


saya sendiri sebagai penganut sains yang mempermudah keidupan, lebih memilih cara rukyatul hisab dengan perhitungan pasti. Bukankah kita akan sangat tertinggal jika menggunakan rukyatul hilal, apalagi dengan keadaan gegrafis indonesia yang banyak sekali gunung dan perbukitan yang jelas akan mempengaruhi sudut pandang, lalu polusi udara sudah tidak bisa di tawar lagi. Bandingkan dengan jazirah arab yang geografisnya gurun pasir, rukyatul hilal itu cara kuno dan tidak cocok di negeri ini.



perlu kita soroti lagi, bahwa perbedaan  waktu  antara kota Makkah dengan waktu Indonesia bagian barat adalah 4 jam, tepatnya 4 jam lebih dahulu. Yang mana apabila di wib sudah menunjukan pukul 4 sore maka di kota makkah 12 siang. bukankah ini perbedaan yang tidak berarti di hari yang sama.


Alangkah eloknya bila saya usul, kenapa kita tidak berpatokan saja pada negara Arab untuk menentukan awal sebuah bulan penanggalan hijriah. Ini tentu akan mempermudah dan menyamakan seluruh penanggalan didunia. Pun dengan mudahnya melihat hilal di atas dataran padang pasir yang rata. Bukankah aneh jika di arab sudah lebaran idul adha, tapi di negeri ini masih puasa arofah, sekali lagi, perbedaan waktunya hanya 4 jam, bukan satu hari layaknya dengan negara Amerika yang sampai 12 jam.


Apakah kita akan terus menerus mempeributkan sesuatu yang yang dengan sains semua menjadi mudah. Bukahkah Rasul SAW selalu memerintahakan untuk mempermudah, bukan memepersulit. apakah ini tidak sama saja dengan ibarat orang-orang sudah berkirim pesan dengan internet kita masih dengan kertas surat, apakah benar begitu?


#usmansan99
#honja

Read More >>